MOTOR BAHAN BAKAR CINTA
Dunia maya menjadi saksi cinta kami sejak tahun 2005, aku kenal dia dari teman sekantorku yang kebanyakan berasal dari Malang. Awalnya kami berkenalan lewat conference di YM, dia bertanya "ini Qei yah" (my nickname inn friendster that time, kind a funny way that moment, wish someone have that archive). Sejak itu kami sering chatting yang membuat kami semakin akrab meski belum bertemu. Pertama kalinya aku melihat wajahnya hanya lewat webcam teman, dia memakai jaket dengan capuchon membuat wajahnya tidak terlihat jelas tapi ada desiran aneh di hati, perasaan yang saat itu tidak kumengerti.
Suatu saat teman-teman sekantor membuat acara halal bihalal beberapa hari setelah lebaran di Malang dan jalan-jalan ke Bromo. Liburan saat itu membuatku sangat dekat dengannya dan ketika liburan berakhir, kami pun harus kembali ke Jakarta.
Sebelum berangkat ke bandara Juanda, aku menulis beberapa pesan di organizernya. Setelah sampai di bandara dan sudah duduk di ruang tunggu, tba-tiba dia nelpon dan memintaku untuk keluar sebentar dari ruang tunggu, aku agak bingung dengan permintaannya dan berpikir ga mungkin dia ada di Surabaya, kitayang naik taksi lewat tol butuh perjalanan selama 2 jam lebih. Tapi itu benar dia disana berdiri di luar ruang tunggu dengan wajah lelahnya. Dan saat kudekati tiba-tiba dia bertanya, "Iqe mau jadi pacarku?", aku bingung mau jawab apa, yang keluar dari mulutku hanya "Jawabannya kalau aku sudah sampai Jakarta yah, lewat sms atau telepon." dia terlihat pasrah dan kebingungan mau kasih apa sebelum aku pulang. Aku menolaknya sambil tersenyum, dan terdengar panggilan pesawat menuju Jakarta akan berangkat, aku pun melangkah pergi sambil menoleh ke arahnya dan melambaikan tanganku, ada rasa yang menyesakan saat meninggalkan dia dengan wajah pasrah seperti. Malamnya setelah aku sampai dirumah, aku menjawab "Aku mau jadi pacar kamu," tepat pada tanggal 12 November 2005.
Besoknya teman-teman di Malang menyebut-nyebut "Motor Bahan Bakar Cinta," dan cerita itu seperti melekat di semua orang yang saat itu menjadi saksi perjuangannya. Ternyata dia menempuh Malang-Juanda selama 1 jam dengan motornya, dia ngebut dan ga perduli dengan nyawanya karena yang dia tau saat itu harus sampai di bandara sebelum pesawat berangkat dan harus bertemu denganku untuk menyampaikan pertanyaannya. Dia nekat melakukan itu karena sebelumnya dia membaca tulisanku di organizernya dan bertanya ke temannya apa arti dari tulisanku, dan hanya itu yang terlintas di otaknya, nekat dengan motor bahan bakar cintanya :).
Energi cinta kami selalu ada karena tanggal 11 Oktober 2009, Iqe dan Iqbal menyatukan cintanya ke pernikahan dan perjuangan cinta dalam meraih cita-cita kami berdua tidak akan pernah berhenti :)
Latest BeFriends
- 1 of 1018
- ››




twiit twiit yah tuz..^o^
hihii.. nice story.. perjuangan yang jauh ya.. coba kalo jalan kaki tuh dari Malang-Juanda.. (hehe..)
thanks..hu uh cobain deh yg jauh2..klo ada yg jauh knp cr yg deket hihih (tm)
hiks jd inget motornya..dah dijual..bye bye luvely motor
yg bener ruaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrr bizaaaaaaaaa hihihi :p
hehehe masa seh, kliatannya lbh ke dramatis drpd romantis hihihi